FASE - FASE PERKEMBANGAN

Menurut FREUD fase perkembangan manusia di bagi menjadi beberapa , yaitu
  1.  Fase Oral , ( usia 0 - 1 tahun ) Sumber kenikmatan pokok yang di asalkan dari mulut yaitu makan. makan itu meliputi perangsang terhadap bibir dan rongga mulut, menelan, dan apabalia ..............makan tidak menyenangkan ................menyemburkan keluar. akan tetapi ketika gigi sudah tumbuh, kenikmatan itu dapat juga timbul karena menggigit. jadi bagi orang tua yang mempunyai bayi di usia ini, hati- hati dalam memberikan alat bermain.
  2.  Fase Anal ( Usia 1 - 3 Tahun ) Pengeluaran faeces menghilangkan sumber - sumber ketidak senangan dan menghasilkan rasa lega. Pada fase ini pembiasaan akan kebiasaan kebersihan sangatlah penting ( toilet training ) 
  3. Fase Phallis ( Usia 3 - 5 Tahun ) Pada fase ini yang menjadi pusat adalah perkembangan seksual dan rasa agresif fungsi alat- alat kelamin. Jadi di fase ini orang tua sudah harus memperkenalkan jenis kelamin dan kebiasaan yang harus dilakukan, sebagai contoh " anak cowok tidak boleh memakai rok dan berpita "
  4. Fase Latent ( Usia 5 - 12/13 Tahun ) Pada fase ini dorongan dynamis itu se akan- akan latent, sehingga anak - anak pada usia ini secara relatif lebih mudah dididik daripada fase- fase sebelumnya dan sesudahnya. " Nah ini ni...usia ini sebaiknya orang tua bisa memberi pengertian hal yang baik dan yang buruk "..jangan hanya bilang " Ora ilok ! tanpa penjelasan yang bijak,
  5. Fase Pubertas ( Usia 12/13 - 20 Tahun ) Pada fase ini impuls- impuls yang selama masa sebelumnya seakan- akan latents, menonjol kembali dan ini membawa aktivitas - aktivitas dynamis lagi....( Nanti kita bahas di edisi selanjutnya yach !! )
  6. Fase Genetal  Chathexis pada fase genetal mula ( fase falis ) mempunyai sifat narcistis: artinya individu mempunyai kepuasan dari perangsangan dan manipulasi tubuhnya sendiri dan orang- orang lain diinginkan hanya karena memberikan bentuk- bentuk tambahan dari kepuasan jasmani itu. Pada fase ini si puber mulai belajar mencintai orang lain karena alasan - alasan altruistis. Pada akhir fase ini, dorongan - dorongan yang altruistik telah menjadi tetap dalam bentuk- bentuk pemindahan objek, sublimasi dan identifikasi. Jadi orang telah berubah dari pengejar kenikmatan ----anak yang barcatis---menjadi orang dewasa yang telah disosialsasikan dan realistis. ( apa ini ya yang dinamakan menemukan jati diri ?? )
Perlu diingat bahwa walaupun FREUD menggambarkan perkembangan fase- fase, namun beliau tidak berpendapat bahwa antara fase-fase tersebut satu sama lain terdapat batas yang tajam.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CONTOH RESUM / LAPORAN KONSELING INDIVIDUAL

BIODATA KONSELI ( KONSELING INDIVIDUAL )